
Tika jari-jemariku menari-nari di atas papan kekunci Netbook Toshiba ini,
Bercucuran air mata jernih menghambat perasaan pilu dan gilu,
Acapkali cubaku nafikan,
Dia bukan untukku.
Biar pun banyak peluang telah diberi,
Biar pun banyak masa telah berlalu,
Jika itu takdirnya,
Dia tetap bukan untukku.
Kepada-Nya aku memohon,
Kepada-Nya aku berserah,
Kepada-Nya aku redho,
Andai dia bukan untukku.